Selasa, 14 Juni 2016

Cara Usaha Rumahan

 cara usaha rumahan
ukm bisnis atau usaha rumahan di sini yakni cara untuk beroleh duit melewati jalur bisnis atau dunia usaha yang mampu digerakkan, dikelola, serta dikembangkan cukup dari rumah saja. inspirasi bisnis dari rumah ini dapat amat bermanfaat bila anda pingin memakai beberapa dari waktu anda dirumah untuk membuahkan duit.

yap benar, saya menyebutkan untuk memakai beberapa waktu anda dirumah, serta tidak untuk memakai seluruh waktu anda dirumah, dikarenakan bagaimanapun keluarga anda akan memerlukan waktu serta perhatian anda. bila anda tidak paham cara mengatur waktunya, silakan pelajari video-nya ahira di anggota area asianbrain bagaimana ia mengatur waktunya untuk menggerakkan bisnis rumahan dari internet.

di bawah ini sebagian perumpamaan serta inspirasi bisnis atau usaha rumahan yang sangat mungkin buat anda lakukan memanfaatkan rumah anda sebagai lokasi atau area usaha anda layaknya yang dapat anda tengok pada catatan saya ketika ini.

menciptakan bisnis rumahan melewati kegiatan serta acara internet marketing
ada cukup banyak inspirasi serta peluang bisnis yang mampu anda buat dari internet atau melewati acara internet marketing ini. sebagian salah satunya yang popular yakni sebagai berikut. :

bila anda punya product sendiri, maka anda dapat menjualnya atau memasarkannya melewati internet.
bila anda tidak mempunyai product sendiri serta tertarik untuk jual, anda dapat menolong menjualkan product orang lain. type product serta kerjasamanya dapat aneka macam macam layaknya : affiliate, keanggotaan ( umumnya produk-produk berbasis networking ), reseller, drop shipping, dan lain-lain.
menempatkan iklan orang lain di situs anda. memiliki bentuk dapat aneka macam macam layaknya menempatkan iklan-iklan adsense, bisnis direktori ( contohnya layaknya toko rupawan ), dan lain-lain.
membuka pelatihan, privat, atau training online untuk keahlian spesifik yang anda punyai.

menciptakan bisnis atau usaha rumahan bidang jasa



didalam bisnis ini anda tak perlu bikin atau sediakan barang spesifik untuk dijual atau di pasarkan. anda cuma butuh melayani atau menolong orang lain untuk lakukan pekerjaan spesifik layaknya sebagian perumpamaan di bawah ini :

sekarang ini beberapa besari dari anda kemungkinan besar mempunyai perangkat komputer, sekurang-kurangnya untuk pengetikan serta nge-print. nah, anda dapat membuka usaha layanan ketikan serta print dokumen dari rumah.
bila anda mempunyai keahlian didalam ihwal revarasi atau memperbaiki perangkat elektronik spesifik, maka anda dapat membuka usaha layanan servis untuk perangkat computer, handphone, tv, dan lain-lain.
kalau anda mempunyai hobi disain-disain gambar atau catatan, maka usaha sablon atau percetakan ( spanduk, kartu nama, reklame, papan nama, dsb ) mampu jadi bisnis rumahan yang beruntung untuk digerakkan.

menciptakan bisnis atau usaha rumahan bidang telekomunikasi

sekarang ini bidang telekomunikasi merupakan bidang yang sangat mungkin untuk digarap serta terhitung salahsatu bidang bisnis yang terus berkembang serta saya kira tak lagi dulu ada matinya, terlebih dengan kehadiran beragam perangkat cerdik mobile, terhitung aplikasi-aplikasi yang ada didalamnya. sebagian bisnis atau usaha rumahan yang dapat digarap dari bidang telekomunikasi ini salah satunya kounter isi lagi pulsa, penjualan perangkat mobile serta assesoris-nya, membuka warnet skala rumahan, dsb.

demikianlah sebagian perumpamaan inspirasi serta rencana bisnis rumahan yang dapat anda kelola ataupun dikembangkan dari usaha yang berbasis dari rumah Peluang Usaha Bisnis Baru 2014. sebagian salah satunya barangkali dapat lebih secara umum dikuasai dikerjakan dengan online, serta sebagian salah satunya juga lebih secara umum dikuasai dikerjakan dengan ofline. serta baik yang secara umum dikuasai dikerjakan dengan online ataupun lebih secara umum dikuasai dikerjakan dengan ofline, anda dapat memadukan cara pemasarannya, baik dengan online ataupun dengan ofline. ihwal ini dikarenakan internet marketing hanya salahsatu cara atau kiat pemasaran di antara beragam kiat marketing yang ada.

Selanjutnya

D'COST GROUP Waralabakan Usaha Awal 2014

D'Cost Group berencana mewaralabakan seluruh merek berikut properti yang dimilikinya dengan fokus utama D'Cost Seafood, yang ditargetkan dapat dimulai pada awal tahun depan dengan investasi di atas Rp500 juta wirausaha.
D'Cost Group memiliki 70 gerai, dan 62 di antaranya gerai D'Cost Seafood di Jakarta, Depok, Surabaya, Bengkulu, Jambi, dan Makassar. Merek lain D'Cost Group ialah D'Stupid Baker, D'Cost Quick, D'Cost VIP, dan D'Sushi Bodo sebagai merek yang gres dikeluarkan tahun ini.

Eka Agus Rachman, General Manager Promotion and Public Relation PT Pendekar Bodoh--pengelola D'Cost Seafood, mengatakan awalnya perusahaan merencanakan dapat diwaralabakan pada pertengahan tahun ini namun sebab banyaknya merek gres yang akan dikeluarkan maka perusahaan menunda sampai tahun depan.
Konsep waralaba yang ditawarkan bukan hanya sekadar membeli management restoran tetapi juga sekaligus properti yang dimiliki sehingga harga yang ditawarkan lebih dari Rp500 juta tergantung pada lokasi serta seberapa banyak brand yang akan digunakan.
"Awal tahun depan [2014] kami sudah mulai mewaralabakan, yang dikasih tidak hanya manajemen, namun ada unsur properti. Kami belum mampu memberikan nilai [waralaba] sebab masih di-set, yang pasti di atas Rp500 juta sebab sekaligus dengan properti," ucapnya dihubungiBisnis, Minggu (26/5/2013).
Saat ini perusahaan tengah menggodok persiapan untuk mewaralabakan kepada terwaralaba. Namun sayangnya ia masih belum mampu memberikan presentase keuntungun yang akan didapatkan serta balik modal usaha sebab masih dalam studi internal.
Menurutnya, tidak mudah untuk menunjukkan waralaba jikalau tidak dipersiapkan dengan matang. Yang pasti D'Cost Group selalu membawa konsep produk yang diasumsikan mahal namun harga yang ditawarkan murah menyerupai halnya tagline D'Cost Seafood, yakni Mutu Bintang Lima Harga Kaki Lima.
"Franchise itu tidak mudah, kami tidak mau orang ukm membuka frenchise D'Cost dan tidak menerima keuntungan. Kalau belum siap maka lebih baik dimatangkan terlebih dahulu, bahkan kau sudah berhubungan dengan konsultan yang siapkan," tuturnya.

sumber : http://www.bisnis.com/dcost-group-waralabakan-usaha-awal-2014

Kenali Produk Sebelum Mulai Berbisnis

Persiapan yaitu kunci sukses. Kalimat itu juga menjadi persiapan menjadi entrepreneur.


"Bila mau buka bisnis, para entrepreneur harus tahu target market, bisnis baru siapakah audiance, usia berapa. Lihat keadaan ekonomi konsumen. Mulai dari target audiance yang paling bersahabat dulu," terperinci Ardantya Syahreza Owner dan CEO PT. Marketing Komunikasi Indonesia di talkshow Entrepreneur Festival, Sabtu (4/5/2013).



Sebelum memulai bisnis, menurutnya, entrepreneur harus punya ciri khas produknya. "Ciri khas akan membedakan produk kita dengan produk lain, membedakan toko kita dengan toko lain," kata Ardantya.



Persiapan awal yakni produk, layanan serta komunikasi yang kreatif akan menciptakan brand. Namun yang tak kalah penting yaitu promosi.

Promosi dapat dilakukan melalui jejaring sosial. Kini jumlah pengguna internet mencapai 62,9 juta jiwa, sedangkan yang menggunakan layanan dari ponsel mencapai 220 juta jiwa per Februari 2013.


Ardantya menjelaskan kini kelas menengah semakin bertambah dan pengguna  jejaring sosial semakin meningkat. "Potensi promosi semakin mudah. Dan juga kita harus mampu membuat, konsumen cepat mengingat kita. Creative communicating akan menciptakan brand," tambahnya.



Talkshow ini dihadiri sekitar 60 orang entrepreneur muda, sebagian mengunjung FX Sudirman dari lantai tiga, empat dan lima bangun berjajar melihat talkshow wirausaha.



sumber : http://www.bisnis.com/entrepreneur-festival-kenali-produk-sebelum-mulai-berbisnis

PERAJIN PERAK Kotagede Semakin Berkurang

Jumlah perajin perak di Sentra Produksi Kerajinan Perak Kotagede, Yogyakarta, makin berkurang sehingga dikhawatirkan pusat tersebut akan berpindah lokasi alasannya yaitu kekurangan perajin Usaha sampingan.

“Perajin perak sudah berusia bau tanah bahkan banyak yang sudah meninggal dunia, padahal generasi muda di pusat Kotagede tidak lagi berminat menjadi perajin perak alasannya yaitu penghasilannya tidak memadahi,” kata Ketua Pengawas Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta Priyo Salim, Senin (15/4/2013).
Ia mengatakan, data perajin perak yang ada di Pemerintah Kota Yogyakarta sudah tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Misalnya, seorang perajin yang sudah meninggal dunia masih dicantumkan dalam data tersebut.
“Jadi bila tidak ada pembinaan dari pemerintah dikhawatirkan Kotagede tidaklagi memiliki perajin perak,” kata Priyo Salim yang juga pemilik perusahaan “Salim Silver” di Kotagede.
Menurut dia, dengan kondisi ibarat itu memang dikhawatirkan di masa depan pusat kerajinan perak Kotagede mampu berpindah di kota lain alasannya yaitu kerajinan tersebut mulai diproduksi di luar Kotagede.
“Misalnya,saat ini sudah terjadi produk kerajinan perak piligri berpindah ke Wonosari, Gunung Kidul, dan kerajinan tatah perak pindah ke Boyolali, Jawa Tengah.
Keadaan itu dimungkinkan alasannya yaitu perajin perak yang dulu bekerja di Kotagede, pulang ke kawasan masing-masing dan memproduksi sendiri kerajinan perak di tempat asalnya,”katanya.
Bahkan, kata dia,ada sebagian pengusaha perak di Kotagede, yang memesan kerajinan perak dari para perajin perak di Boyolali. Keadaan itu sebagai indikasi kehidupan pusat produksi kerajinan perak Kotagede berada dalam situasi mengkhawatirkan.
“Hal itu bahwasanya dapat dicegah sepanjang ada kebersamaan antara pemerintah setempat, perajin dan pengusaha kerajinan perak Kotagede. Bantuan dari pemerintah setempat memang ada namun perlu ditingkatkan bisnis baru,” katanya. 

Ade Sulistioputra Siap Besarkan Merek Legenda

I can do whatever I want. Prinsip inilah yang mengantarkan Ade Sulistioputra berlabuh di PT Aneka Food Tatarasa Industri (AFTI). “Saya di sini profesional,” ungkap kelahiran 4 Desember 1984 ini. Di perusahaan yang memayungi merek Cap Orang Jual Sate dan keripik buah Niki ini, ia mengemban peran sebagai eksekutif komersial. Sementara posisi eksekutif utama dipegang oleh Tito Sulistio. Mengapa Ade – begitu sapaan akrabnya – perlu menegaskan keberadaannya di perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Mitra Rajasa (GMR) ini? “AFTI bukan perusahaan milik ayah saya seorang, tapi juga dimiliki para mitra ayah saya di GMR.”

Ade memang anak sulung Tito Sulistio, salah satu pemilik AFTI dan GMR. Ia menambahkan, secara organik AFTI bukan merupakan anak perusahaan GMR. Hanya saja, memang AFTI dimiliki oleh para pemegang saham GMR. Namun, jikalau berbicara struktur perusahaan, tidak eksklusif berada di bawah GMR.
Diakuinya, pasca pembelian AFTI oleh Tito dan para mitranya pada November 2011, ia ditawari bergabung oleh sang ayah. Ade eksklusif menggamit proposal tersebut karena ia merasa cocok dengan bidang usaha AFTI. “Saya memang menyukai industri makanan,” ujarnya. Ade tertarik bergabung dengan AFTI karena tengah mencari pengalaman yang berbeda dan, menurutnya, industri makanan Bisnis waralaba memang menarik. Terlebih, secara pribadi ia juga mendapat proposal yang menarik. “Jujur saja, tidak peduli saya mendapat pekerjaan dari Ayah atau bukan, jika benefit buat saya pribadi tidak cocok dari sisi gaji atau pengalaman, mungkin saya tidak akan ambil kesempatan itu. Karena ujung-ujungnya, saya akan menjalaninya sendiri,"paparnya.
Sebelumnya, Ade sempat ditawari ayahnya bergabung di GMR. “Saya tidak terlalu minat dengan sektor usaha GMR yang banyak bermain di sektor minyak dan gas,” ungkapnya. Bachelor of Commerce, Finance and Accounting dari University of Melbourne dan Master of Media Practice dari University of Sydney ini pun kemudian mengambil jalur lain. Ia menjadi konsultan di perusahaan konsultan keuangan PriceWaterhouse Cooper (PwC) dan Deloitte Consulting. Di PwC, Ade biasa mengerjakan valuasi dan konsultasi keuangan. Kemudian di Deloitte, ia menangani konsultasi administrasi yang banyak mengerjakan operasional bisnis.

Setelah menimba pengalaman 3,5 tahun di perusahaan konsultan, ia mencari tantangan gres di AFTI. Ia menilai, bisnis makanan khususnya dan bisnis produk FMCG umumnya sangat potensial di tengah jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 250 juta dan sebagian besarnya, terutama di Pulau Jawa, membeli kecap. Dalam pengamatannya, pasar kecap dikala ini, sekitar 60% atau 70% masih dikuasai oleh Bango dan ABC. “Masa sih kami tidak mampu dapat 5%-nya saja dalam dua tahun ke depan?” Menurutnya, kecap Cap Orang Jual Sate sudah cukup terkenal, terutama di Jawa Timur. Bahkan, ia mengklaim kecap ini merupakan kompetitor yang ditakutkan Bango sebelum Bango diambil oleh Unilever.
Sebagai eksekutif komersial, Ade bertanggung jawab atas keuangan, akuntansi, pengembangan bisnis danprocurement. Namun, secara tidak eksklusif ia juga memegang semua fungsi, mulai dari struktur organisasi, gaji, bahkan sampai pabrik. “Saya ingin mempelajari semuanya,” katanya. Hal ini ia lakukan karena kultur perusahaan lama sulit bergerak dan tak ada inisiatif dari bawah, serta problem di pabrik yang banyak bolong dan kebocorannya. “Akhirnya kami rombak sistemnya, dari yang sebelumnya mereka mampu membeli barang sendiri-sendiri menjadi tersentralisasi. Kaprikornus semuanya sudah terkontrol,” ungkapnya.
Kerja keras Ade berbuah manis. Produksi kecap dan keripik buah meningkat 30% yang hampir mencapai total kapasitas produksi dikala ini, yaitu 3 juta liter per tahun untuk kecap. Pertumbuhan produksi ini bukan disebabkan ekspansi atau penambahan kapasitas produksi. “Karena pengoptimalan utilitas sarana produksi,” sulung tiga bersaudara ini menandaskan. Ke depan, ia akan menggenjot kinerja produk andalan AFTI: kecap, keripik buah dan saus sambal. Tahun ini ia merencanakan renovasi pabrik dan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 10-15 juta liter per tahun. Saat ini, kapasitas produksi kecap 3 juta liter per tahun.
Juni 2013, Ade menargetkan merangsek pasar Jawa Tengah dan Jawa Barat melalui distributor. Selama ini, kecap Cap Orang Jual Sate hanya fokus di Jawa Timur. Selain itu, ia akan melakukanrebranding kecap ini. Termasuk, perubahan kemasan yang akan kembali ke bentuk botol yang lama. “Kami akan melaksanakan lumayan banyak aktivitas aktivasi,” katanya. Untuk kegiatan rebranding dan kampanye ini, ia sudah mengajak agensi papan atas. “Kami lumayan agresif. Penjualan dan pemasaran berjalan, pabrik kami besarkan juga. Semua dilakukan tahun ini,” ia menjelaskan.
Untuk produk keripik buah Niki, Ade tengah mempersiapkan kemasan modern biar mampu masuksupermarket. “Targetnya, Mei ini sudah masuk ke semua supermarket,” ujarnya. Ia optimistis, Niki mampu diterima pasar karena produk keripik yang kemasannya mengagumkan dan modern, masih minim. Pasar ekspor juga potensial bagi keripik buah. Ia sudah menyepakati kerja sama dengan pihak Jepang untuk memasok keripik buatannya, meski tidak dengan label Niki. Selain itu, Ade tengah bernegosiasi dengan pengusaha Australia dan Amerika Serikat yang ingin memasarkan produk keripik di negara tersebut. “Sebenarnya, yang sudah pasti besar permintaannya ialah pasar ekspor. Tapi kami juga melihat bahwa undangan di Indonesia akan meledak,” tambahnya.
Dituturkan Niki, ia sempat berjaya dengan produksi mencapai 350 ton per tahun. Bahkan, Usaha sampingan ini sudah ekspor ke beberapa benua. Saat AFTI membeli Niki, produksinya tinggal 6 ton. “Kami tidak paham mengapa produksi Niki menjadi menciut drastis,” katanya. Saat ini, produksi Niki sudah mulai naik ke angka 50 ton per tahun. Tahun ini, ia menargetkan dapat memproduksi 200 ton keripik dengan komposisi 50% untuk pasar dalam negeri dan sisanya diekspor. Sementara untuk produk saus sambal dan tomat, ia menargetkan final tahun ini mampu kembali produksi.
Ekspansi lainnya ialah kemungkinan mengakuisisi beberapa produk konsumer lainnya. “Tanggung jikalau portofolio produknya sedikit. Saya harap dapat mengakuisisi satu atau dua produk final tahun ini kalau dapat yang cocok. Tidak harus makanan, yang penting produk FMCG ibarat sabun dan lainnya,” ungkap Ade. Rencana AFTI lainnya ialah dapat melantai di bursa saham (IPO) pada final 2014 sebagai salah satu pilihan untuk membesarkan perusahaan dan membuatnya atraktif. “Tapi ini gres rencana, masih salah satu opsi,” imbuhnya. Ia menjelaskan, luas pabrik di Probolinggo yang 10 ha gres terpakai 2 ha, sehingga masih ada lahan yang sangat luas untuk pengembangan AFTI ke depan.
Di luar AFTI, Ade juga memiliki bisnis resto Mama Goose dan home spa Jari-Jari yang gres dibuka April ini. Ia mengaku, semenjak kecil ia selalu dibebaskan menentukan pilihan oleh ayahnya. “Dia selalu membebaskan saya. Kalau pun saya ingin menjadi pemain bola semenjak kecil, ia juga akan mendukung penuh impian saya itu,” ungkapnya.

sumber : http://swa.co.id/headline/ade-sulistioputra-siap-besarkan-merek-legenda

HijUp.com, E-Commerce Fashion Muslim yang Mendunia

Perjalanan hidup Diajeng Lestari, atau bersahabat disapa Ajeng berubah semenjak ia membangun HijUp.com. Bermanuver dari pekerja kantoran yang berada di zona nyaman, gaji cukup, kerja 8 jam, bermetamorfosis tidak digaji (tapi menggaji), penuh tantangan setiap hari, dan tidak ada jam kerja resmi. Saat memulai, rasa antusias, bahagia, takut, ragu, campur aduk menjadi satu dalam benak perempuan kelahiran Bekasi, 17 Januari 1986 ini. Antusias dan bahagia sebab HijUp.com adalah passion yang semenjak lama ia inginkan. Ragu dan takut sebab dirinya sama sekali belum pernah mengerjakan bidang ini. Putri pasangan H. Heru Soekotjo dan Endang Nurul Kusumawardhani ini mengakui bahwa modalnya kala itu juga belum banyak, karyawan pun belum ada. Namun dengan mengucap “bismillah,” dirinya memantapkan hati.

Awalnya, Ajeng hanya merekrut dua orang, admin komputer dan admin gudang. Admin komputer hanya masuk satu hari. Pada hari pertama HijUp beroperasi, ia memutuskan resign! “Entah mengapa. Aku shock dan panik. Bisa dibayangkan, hari pertama beroperasi, tapi adminnya tidak ada. Aku menangis hari itu, tapi saya berusaha menguatkan diri, dan mengerjakan urusan manajemen sendiri. Hampir semua hal saya lakukan sendiri, mulai dari membeli gantungan baju, menjadi stylistsaat pemotretan, mengordinasikan pemotretan, sampai dealing dengan tenant. Kasarnya, saya menjadi eksekutif merangkapoffice boy (OB), “ ujar Ajeng mengenang.
Untuk pengerjaan websiteAjeng dibantu oleh tim IT dari perusahaan suaminya. Bagi istri dari pendiri Bukalapak.com, Achmad Zaky Syaifudin ini, masa-masa memulai bisnis merupakan momen penuh risiko, sebab belum terlihat menyerupai apa jadinya bentuknya bisnis ini. Untuk itulah, Ajeng amat berhemat dikala itu. Ruang kantor pun dibuat hanya berukuran 3 x 3 meter persegi.
Tantangan yang datangpun bukan hanya di lini internal, tapi juga eksternal. Bagaimana meyakinkan calon tenant dengan ide perusahaan yang dibawa. Saat menunjukkan jasa HijUp.com, tak jarang ada yang mencibir, mulai dari nama perusahaan yang dianggap asing hingga hasil foto yang jelek. Hal tersebut akibatnya justru menjadi masukan yang sangat berharga untuk terus mengembangkan perusahaan. Ajeng pun bercita-cita semoga kelak HijUp.com Peluang Usaha online dapat menjadi katalisator untuk pertumbuhan brand-brandIslamic fashion di Indonesia.
Dalam membangun perusahaan, Ajeng memaparkan bahwa terdapat dua landasan yang sangat penting: SDM (people) dan nilai (value). Merekrut karyawan yang baik ialah salah satu hal yang penting, sebab untuk dapat berkembang, seorang entrepreneur harus mendelegasikan pekerjaannya. Rekrutlah orang-orang yang ahli, passionate, dan memiliki value yang sama dengan perusahaan. Value HijUp.com sendiri tercermin melalui T.H.E. : Trusted – Helpful – Empower.
Trusted: HijUp.com ada untuk menyampaikan produk yang baik, maka acara kurasi dan quality control dijalankan secara cermat. Dengan begitu, rekomendasi yang kita berikan ialah rekomendasi yang dapat dipercaya, sehingga customer tidak repot lagi dalam mencari produk fashion yang berkualitas.
Helpful: HijUp.com mengedepankan nilai helpful. Tujuan perusahaan ini ialah dapat bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya insan di dunia. Elemen utama perusahaan ini ialah manusia, bagaimana para karyawan, tenant, dancustomer mendapatkan pelayanan yang maksimal.
Empower: HijUp.com memiliki tujuan untuk memberdayakan muslimah. Sesuai dengan tagline “Be Fabulous with HijUp!” dan kampanye “Get Upwith Your Hijab”, Ajeng ingin para muslimah berhijab bisa berkarya secara maksimal dari segi look, moral, dan spirit.
HijUp.com merupakan e-commerce Islamic fashion pertama di dunia. Dalam waktu satu tahuntelah berhasil mencapai 1,5 juta visitor (data per Januari 2013). Jumlah tersebut meliputi pengunjung dari dalam dan luar negeri. Video tutorial hijab yang dipublikasi lewat channel Youtube pun ditonton lebih dari 8 juta lebih penonton (per Januari 2013).
Berkat kegigihannya, akibatnya lahirlah sebuah buku berjudul HIJUPRENEUR yang menceritakan “Why&How” Diajeng Lestari membangun HijUp.com dari nol hingga menjadi e-commerce Islamic fashion pertama dan terbesar di Indonesia dikala ini, bahkan dunia. Buku dari penerbit QultumMedia tersebut rencananya akan di-launch dalam waktu dekat.
Berikut penuturan Ajeng kepada Gustyanita Pratiwi dari Swaonline :
Apa latar belakang pendidikan Anda dan bagaimana awal memulai bisnis ini?
Dulu saya kuliah di FISIP Universitas Indonesia, jurusan Ilmu Politik. Sejak kuliah, bukan hanya suka mencar ilmu ilmu politik, tapi saya juga suka mencari mata kuliah lain. Makara belanja mata kuliah di fakultas-fakultas lain istilahnya. Salah satunya mata kuliah Management of Changes di FEUI. Dan, semenjak mendapatkan mata kuliah tersebut, saya jadi terinspirasi untuk menjadi distributor perubahan bagi Indonesia yang lebih baik. Apalagi kuliah saya adalah ilmu politik. Dengan kondisi politik Indonesia yang menyerupai ini, saya ingin memperdalam dinamika Indonesia sejak sejarah kemerdekaan hingga sekarangKokkita nggak jadi-jadi negara maju? Apa masalahnya? Setelah lulus tahun 2008, saya bekerja di GTZ, lembaga pemerintahan Jerman yang bekerja sama dengan Indonesia di bidang pelayanan publik. Sejak bekerja di sana, saya menemukan bahwa Indonesia itu sangat berpotensi. Indonesia adalah negara yang sangat besar dengan potensi yang sangat luas. Memangkita memiliki kendala di pemerintahan, terutama birokrasinya. Ketika kita ingin mengubah sesuatu yang berada di luar kontrol kita, maka terasa sangat sulit. Akhirnya, setelah kurang lebih 1 tahun, saya keluar. Kemudian saya bekerja sebagaimarketing research Mars. Sejak di Mars tersebut, saya menerima pengetahuan perihal bagaimana membuat brand,positioning brand, penerimaan pasar yang baik, membaca pasar, melihat potensi-potensi yang ada di Indonesia, dll. Di sana saya bertahan cukup lama juga, yakni hampir 2 tahun. Dari situ saya melihat bahwa Indonesia memiliki potensiyangsangat besar secara market. Kalau dulusewaktu masih di GTZ, melihat besarnya adalah secara potensi SDM danmelihat fakta-fakta di lapangan bahwa masyarakat banyak yang masih tertinggal di daerah-daerah. Makara keprihatinan terhadap negara itu saya rasakan sangat dalam sewaktu di GTZ. Bahkan sewaktu akan mengundang salah satu birokrat di daerah, kalau tidak salah sekda, di sekda tersebut, fax kertasnya habis. Saya bilang, sudah mbak ambil saja kertas yang lain. Lalu beliau menjawab, mbak kalau di sini beli kertas itu 20 kg. Makara menyerupai itulah kondisi di negara kita. Fakta memang mengatakan bahwa Indonesia masih menjadi negara yang kurang sejahtera, tapi potensi untuk menjadi sejahtera sangat besar. Dan akhirnya, setelah 2 tahun saya bekerja, saya merasa harus melaksanakan hal yang lebih impactfull lagiKeluar dari Mars, saya berkontemplasi lagi, mau buat apa lagi nih? Akhirnya saya memutuskan untuk membuat e-commerce HijUp.com ini. Kenapa? Karena awalnya saya menyukai bidang-bidang yang visual. Bisa dibilang itubakat dari lahir juga. Makara saya suka melihat foto fashion, pemotretan, dan sebagainya. Nah, saya ingin balik lagi ke potensi saya yang sebenarnya. Kebetulan waktu itu ada sahabat yang memang anggota hijab community juga. Dia juga membuat line fashion. Terus saya bertemu, akhirnya saya tanya, apa sih yang beliau butuhkan dari bisnisnya supaya lebih berkembang? Ternyata beliau membutuhkan sistem. Makara saya melaksanakan survei singkat ke beberapa calon klien. Ternyata mereka membutuhkan sistem yang bisa membuat acara bisnisnya ini lebih teratur, kapan beliau harus stok, beli bahan, bikin desain baru, berapa banyak potensi pasarnya, dan lain-lain. Nah, kebetulan lagi dikala itu suami saya sudah membuat perusahaan IT, Suit media, jadi ide ini saya sampaikan juga ke suami. Alhamdulilah,  kami bisa berkolaborasi. Makara dari ide awal ini, kami olah untuk menjadi bukan hanya software yang sifatnya satuan untuk 1 klien. Tapi kami menggugah 1 platform yang bisa digunakan oleh banyak orang. Akhirnya terbentuklah HijUp.com ini pada Agustus 2011. Awal-awal baru ada 14 tenant yang sudah bergabung, hingga sekarang sudah ada 70 brand. Istilahnya kami sebagai wadahnya, bukan tenantnya. Jika dianalogikan sebagai sebuah mal, ya HijUp.com ialah malnya. Kalau mal offline itu kan ada tempatnya, ada SPG (sales promotion girl)-nya. Nah, kami ini mal online. Makara kami sediakan sistemnya, platformnyacustomer service yang menghubungi lewat telepon, email, social media, dan lain-lain.
Jadi dikala memulai bisnis ini bareng suami?
Suami peranannya lebih mem-backup sistem IT-nya. Karena sudah ada perusahaannya milik sendiri berjulukan Suitmedia.
Jasa yang ditawarkan?
Layanan e-commerce.
Modal awal berapa?
Maaf, saya belum bisa share, modal awal itu tidak terlalu besar. Dan, lagi ini kan start up ya. Start up kan kebanyakan modalnya dari nol. Makara untuk modal utama yang mau saya garis bawahi ialah keteguhan hati. Ketika kita benar-benar ingin membuat sesuatu, kalau kita persisten di situ, Insyaalloh bisa terijabah.
Target pasar?
Muslimah muda di Indonesia berusia 20-35 tahun. Dan kebanyakan karyawan yang sudah bekerja. Kenapa? Karena kebutuhan untuk grooming dari segi penampilan yang paling banyak butuh ialah karyawan. Mereka sudah dituntut untukgrooming, Bahkan hal tersebut kerap kali menjadi salah satu penilaian di beberapa perusahaan. Groomingneed, bersih, itu semua menjadi satu penilaian di beberapa perusahaan. Dan, ketika sudah masuk ke ranah profesional, hal semacam ini akan menjadi satu tuntutan yang harus dipenuhi. Nah, kebanyakan, orang memakai hijab kan identik dengan imageterbelakang, kampungan, tidak gaya, tidak stylish, tidak bisa bergaul, terbelakang, dll. Makara kebanyakan negatif imagenya. Kenapa saya bikin HijUp.com yang targetnya ialah muslimah muda terutama karyawan? Dulu waktu saya kerja juga begitu. Bos saya juga menuntut semoga karyawan itu tampil grooming. Karena ketika menjadi karywan, kita akan banyak bertemu dengan klien, dan itu membutuhkan penampilan yang baik.
Syarat tenant untuk bisa masukHijUp.com?
Ada 3 K syaratnya.
  1. Kreatif
  2. Kualitas
  3. Karakter
Yang pertama kreatif, kami di sini menjadi katalisator di Indonesia sebagai sentra busana muslim dunia. Kreatif di sini, karena untuk menjadi pusat fashion itu harus ada banyak desainer yang membuat desain-desain baru, bukan sekedarmeng-copy. Kalau meng-copy, jatuhnya jadi terlalu masif dasama. Dan itu tidak baik untuk ekosistemnya. Nanti value-nya juga akan berkurang kalau tidak unik.
Kedua, kualitas. Makara untuk menjadi pusat Islamic Fashion di dunia, kami tidak bisa tawar-menawar dari segi kualitas, sebab kami bersaing dengan brand luar. Brand luar secara garang sekarang masuk ke Indonesia. Mereka jualnya apa sih? Kualitas produknya. Nah, Indonesia juga harus bisa menyejajarkan posisi itu dengan adanya kualitas. Sehingga bagaimanapun juga HijUp.com harus menjaga kualitas.
Ketiga, karakter. Karakter di sini maksudnya ialah brand. Brand yang masuk ke HijUp.com harus memiliki huruf yang berpengaruh dari brand-nya, tidak sekadar ikut-ikutan.
70 brand lebih itu semua berasal dari Indonesia?
Iya. Beberapa kali brand luar pernah ada yang mau masuk, seperti Dubai, Malaysia, dan India, pernah kontak saya, bahkan ada yang sampai datang ke kantor juga. Dari Dubai, beliau meminta masuk ke HijUp.com. Tapi saya tawarkan, kalau mau dibikinkan website saja oleh perusahaan suami saya? Tapi beliau bilang tidak mau. Dia mau masuknya e-commerceHijUp.com. Kenapa? Karena market-nya ada di Indonesia. Tapi saya bilang, kesepakatan saya dari awal ialah membesarkanbrand Indonesia, jadi kami tidak bisa terima brand dari luar. Sebenarnya itu malah menguntungkan untuk orang Indonesia. Karena kita harus bisa merebut pasar Indonesia sendiri. Sayang kalau, misalnya, saya masukkan brand luar, ya kalaudengan kapasitas yang sangat baik sih bagus ya, tapi taste-nya masih taste luar. Harusnya Indonesia bisa mengembangkantaste-taste sendiri yang memang sudah tahu pasarnya bagaimana. Karena apa? Karena lebih banyak didominasi pasarnya itu ada di Indonesia.
Pembagian keuntungannya bagaimana?
Konsinyasi. Persentasenya saya belum bisa bilang.
Ada tidak sih pesaing untuk e-commerce hijab?
Kalau untuk dikala ini, kami yang menjadi market leader di Islamic fashion. Hanya beberapa yang saya lihat mulai bikin grow online juga. Hanya kalau untuk yang sistem seluruhnya hijab, masih kami.
Apa keunikannya?
Di sini kami ingin memindahkan experience offline ke online. Jadi, keunikannya adalah, kami membuat foto yang sangat detaildari foto produk. Kalau saya melihat di online-online yang lain, belum sedetail itu. Dari sini kami ingin menyajikanexperience offline ke online, sehingga orang benar-benar bisa melihat detail produknya menyerupai apa. Kemudian, ada detail produknya, jadi diperlihatkan dari segi bahannya, pakai materi apa, ukurannya menyerupai apa, panjang lengannya, lingkar pinggangnya, lingkar pinggulnya, dan lain lain. Orang tidak usah melihat barangnya secara langsung, tidak usah pegang, tapi bia mencicipi itu lewat website.
Cara meraih pasarnya?
Kami di sini menggunakan social media juga sebab kami sistemnya online.
Untuk sesi pemotretannya juga di sini?
Iya.
Modelnya orang luar?
Iya. Tapi sekarang kami sedang pemilihan model berhijab untuk orang Indonesia. Insya Alloh nanti tanggal 13 April 2013ada Malam Grand Final-nya. Kami juga menyadari bahwa Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar, kenapa kami tidak kembangkan SDM lokal untuk fashion ini juga. Selain desainer-nya, dari modelnya juga akan kami perhatikan. Makanya kami mengadakan Hijab Model Look untuk ajang pencarian bakat modeling. Workshopnya tanggal 8-13 April2013. Grand Finalnya malam 13 April 2013.
Strategi promosinya lebih melalui media apa?
Social media. Terus ada Youtube. Untuk Islamic Fashion, kami yang paling besar di dunia. Sekarang page views-nya sudah 8,9 juta hampir 9 juta per hari.  Dengan views sebanyak ini, akan menjadi salah satu channel promosi kami juga. Biasanya kalau ada tutorial, kami langsung publish, nanti orang jadi penasaran, apa sih HijUp.com ini? Kami punya blog juga.
Ap;akah Pernah ada komplain, misalnya foto dengan barang yang diterima pembeli beda?
Alhamdulilah sih tidak, kenapa beda? Karena layarnya keterangan/kegelapan. Tapi selama ini sih sesuai dengan apa yang ada di foto, dan di sini kan kami kasih penjelasan juga warnanya apa, dan sebagainya. 
Produknya apa saja?
Aksesoris, hijab, baju, tas, sepatu,  majalah, dan lain lain.
Bagaimana tenat-tenant tersebut bisa masuk?
Jadi, di web kami ada formulir. Setiap orang yang punya brand, dan beliau memenuhi 3 K tadi, beliau bisa mendaftarkan  branddan contoh-contoh produknya di situ. Nanti ada tim kurator yang akan menilai produk-produk mana yang layak masuk dan mana yang tidak. Sampai dikala ini ada ribuan yang sudah mendaftar, tapi sebab kami sangat selektif dengan syarat 3K tadi, sehingga yang baru kami terima 70 tenant.
Tantangan apa yang dihadapi?
Lebih ke bagaimana mendapatkan new talent di bidang fashion, mulai dari desainer yang berkualitas, sadar dengan brand-nya, sebab kami punya cita-cita yang besar sekali, yakni mengakibatkan Indonesia sebagai sentra busana muslim di dunia. Untuk itu, kan harus banyak brand busana muslim yang bagus, kalau saya kasih pembanding di Inggris dan Jepang e-commerce fahion-nyasudah ada ratusan brand.
Market share data belum ada. Cuma kalau kami di sini dalam sebulan itu page view 1,3 juta, ini datanya hingga Desember 2012 lalu.
Perkembangannya dikala ini?
Alhamdulilah sangat pesat.
Produk apa yang paling banyak diminati?
Scarft dan baju yang unik-unik.
Bagaimana rentang harga?
Aksesoris ada yang mulai Rp 15 ribu. Untuk baju ada yang hingga Rp 1,3 juta. Dan,  itu pun rasanya masih terjangkau ya, sebab yang paling mahal juga desainnya complicated dan deatilnya sangat banyak.
Jumlah karyawan?
11 orang.
Apa Rencana ke depan?
Dalam waktu dekat ini akan mengadakan kegiatan offline di FX Sudirman, namanya Hijab Festifal dari 12-14 April 2013. Ada beberapa yang ikut. Makara akan ada ekspo sehingga bisa lihat produk-produknya menyerupai apa. Kemudian ada malam final pemilihan Hijab Model Look, talkshow dengan nara sumber yang mumpuni di bidang fashionmisalnya Irna Mutiara, desainer senior, dosen Islamic Branding juga di Universitas Paramadina. Jadi, di hari pertama itu akan membahas perihal potensi Indonesia menjadi sentra busana muslimKami juga ada hijab tutorial, make up tutorial, sampai Malam GrandFinal Hijab Model Look. Dan, hari terakhirnya kami ada Moral Day, kami membahas perihal bagaimana share and care, bagaimana sisi-sisi acara sosial yang akan kami lakukan di samping acara bisnis yang kami lakukan. Targetnya, mengibarkan value/ide HijUp.com ini yaitu Indonesia sebagai sentra busana muslim dunia, bagaimana kita bisa balanceantara looks, moral, dan spirit khas orang muslimah. Sampai hari ketiga, kami bisa mendalangi sisi sosial apakahimpactfull atau tidak ke masyarakat.
Apa obsesi Anda?
Ingin menyerupai Richard Branson, beliau pemilik brand Virgin, sebab sepak terjngnya di dunia bisnis itu bisa dibilang gila. Linepertama kalinya adalah koran kampus, recording, tempat jualan kaset musik, segala macam, hingga akhirnya, sekarang beliau bisa bikin airlines dan inkubator bisnis juga. Makara dari mulai bisnis yang kecil hingga sekarang menjadi bisnis yang besar dan impactfull bagi banyak kalangan. Dan, dari inkubator bisnisnya itu, beliau bisa melahirkan enterpreneur muda yang gres dan sukses juga. Makara obsesi saya sih ke depan ingin bisa menjadi enterpreneur yang lebih impacfull lagi.
Bagaimana pandangan Anda mengenai tren hijab di Indonesia?
Jilbab sendiri masuk ke Indonesia dipengaruhi oleh Revolusi Iran 1979. Sebelumnya tahun 1945, coba lihatada tidak yang pakai jilbab? Fatmawati saja, istri Soekarno pakai jilbab baru sebatas selendang. Jadi Revolusi Iran itu berdampak ke Indonesia. Di dalam Al Alquran sendiri ada ayat yang menyebutkan bahwa pakai jilbab itu wajib dan orang-orang mulai sadar untuk pakai jilbab. Pada saat orde baru, suasana politiknya kan represif, otoriter, sehingga orang tidak bisa berekspresi dengan baik. Makanya jilbabnya flat saja. Tidak ada warna-warni, satu gaya saja, serta tidak umum. Makara ternyata sistem demokrasi di suatu negara memang menghipnotis budaya masyarakatnya, dan budaya masyarakat itu juga mempengaruhi fashionnya. Sejak reformasi tahun 1998, akses dan pertumbuhan internet mulai membaik. Maka saat itulah banyak muslimah yang aktif dan ingin merefleksikan diri dengan lebih kreatif lagi agar mendapatkan tempatnya. Apalagi ditunjang dengan Bisnis waralaba media massa yang menyebarkannya. Ketika social media mulai massiftahun 2009, kemudian jugasudah mulai banyak yang bloggingFacebookTwitter, maka informasi mengenai fashion hijab ini pun menyebar dengan sangat cepat. Sampai akibatnya tahun 2010 ada hijabers community. Makara informasinya berkembang lebih cepat lagi dan diterima dengan baik oleh masyarakat sebab masyarakat kita ialah masyarakat terbuka, kreatif, dan selama masih bisa sesuai dengan syariah, menutupi dada, tidak ketat berlebihan dan membentuk tubuh, tidak transparan, masih sesuai dengan kaidah Islam, It’s okey. Selengkapnya